CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan

Jumat, Januari 23, 2009

JADI GOGON

Itulah profesi sampingan yang paling engga keren tapi bisa melibatkan dana kelolaan yang lumayan banyak. Gogon sugogon, adalah profesi mantengin rti.co.id. he..he..he..maklum, inilah susahnya jadi investor amatiran yang dananya terbatas. Cita-cita sih pingin untung 200 ribu per hari, sederhana kan? tapi yang ada ini minus 10 poin untuk adro, mau jual indf di harga 1030 pun udah ngantri tapi ga dapet2..ooh nasib.

Again..to the lourdes and beyond

gw punya permintaan. permintaan yang begitu berat sampai akhirnya gw novena. udah pasang alarm setiap jam 3 siang gw berdoa, doa jam kerahiman, dimana kalau didoakan secara khusus setiap jam 3 siang maka Tuhan berkenan memberikan kerahiman kepada para pendosa yang membutuhkannya. Awalnya gw rajin berdoa, kekeh untuk memohon pada Nya. Tapi seiring berjalannya waktu, setiap alarm bunyi menjelang jam 3 siang, gw jadi merenung panjang, saking panjangnya sampai lewat jam 3 siang. gw berusaha mendefinisikan perasaan gw pada saat mau novena. Ternyata, setelah gw pikir-pikir, definisi perasaan yang utama pada saat gw mau novena itu adalah MALU. SHAME. analogi gw jadi begini, seorang anak kecil yang tidak rajin belajar, dan setiap harinya instead of study hard, dia cuma merenung, kontemplasi mencari cara supaya bisa pintar. Bukannya merenung tidak perlu, tapi itu bukan elemen utama untuk menjadi pintar. Efek dari pendefinisian itu, novena gw stop. Setiap kali mau berdoa, selalu ada perasaan bahwa lebih baik berdoa setelah berbuat baik, atau lebih baik berdoa setelah memaafkan dan melupakan, atau lebih baik berdoa setelah melakukan something real, something good. And then, all of a sudden, this about-to-come-journey-to-the-lourdes become bright and clear as a halogen lamp to the dark and shadowed backyard. Seperti yang pastor bilang waktu khotbah misa jumat pertama. Begini katanya, "Mungkin saja ada diantara umat yang mau pergi perjalanan rohani ke lourdes tahun ini tapi sampai sekarang tidak punya motif mau apa ke sana" hee? no motif? that's me!..mee!! (shout out loud dalem ati..he..he..he..) si pastor lanjut bilang," saya bilang begini, kalau masih ragu tidak apa-apa, tetap saja berangkat. Mungkin sampai sana dan menjejakkan kaki di paris masih belum punya motif, sampai di hotel pun tetap tidak punya motif. Lalu cobalah mandi di lourdes, basuhlah diri dengan air di sana. Mungkin motif anda baru datang pada saat itu" my response is: WAUW..Excellent!. Sampai sedetil itu kah? terus terang batin gw tersentuh haru. Walaupun bersamaan dengan itu, gw punya perenungan baru. Motif seperti apa kira-kira yang Tuhan kasih ke gw pada saat nanti? Apakah kira-kira bisa gw jalanin. Tapi,

Kamis, Januari 08, 2009

rosalia pawestry

hatinya putih..tatapannya pada dunia seringkali naif..senaif pandangan-pandangannya..dia sahabatku, dimana saat susah aku berpaling padanya dia selalu ada, dan dia pernah bilang bahwa aku sudah seperti saudaranya..dan dengan sangat menyesal, aku belum sempat mengatakan sebaliknya pada dia. Sekarang, hampir satu tahun kepergiannya..aku masih sering mengunjungi fs nya, melihat2 foto yang dia post..melihat anak2nya, dua krucil yang amat disayanginya, dambaan hatinya..aku sering tercenung membaca profilnya, ..lil mom with mellow face..it describes precisely about her.. sometime life is too short to be ignored..lia memberi gambaran betapa seseorang bisa memberi arti pada hidup begitu banyak..lia memberi gambaran bahwa kebahagiaan datang dari hati yang pasrah dan baik..lia memberi gambaran bahwa kasih sayang tidak lekang oleh waktu..mungkin davin dan deus suatu saat akan mengetahuinya juga..lia memberi gambaran lengkap bahwa hidup tidak boleh disia-siakan..setiap detik adalah untuk memberi, memaafkan, mengikhlaskan dan live it to the fullest moment. yang disesalkan oleh sahabatnya yang bodoh ini adalah bahwa dia belum sempat menyatakan apresiasinya terhadap pandangan dan cara hidup lia..dia belum sempat minta maaf atas segala kebodohan yang dilakukannya, dia belum sempat bilang sm lia bahwa dia adalah sahabat yang amat baik dan putih hatinya..juga belum sempat bilang bahwa banyak cara pandangnya yang diadopsi oleh sahabatnya ini.. mungkin memang dunia tidak adil, dan dunia tidak selalu hitam dan putih, tapi yang pasti dunia terus bergulir..kita semua pasti dipanggil pulang, tapi mudah-mudahan kita dipanggil pulang dengan cara yang membuat dunia yakin bahwa there must be a good after life's life dan juga dengan cara yang membuat dunia merasa Tuhan itu hadir, seperti yang dilakukan lia..

Questioning what's life is for

bagaimana rasanya kita tiba pada suatu keberanian untuk keluar begitu saja dari kerjaan lalu ikut Tuhan? buat gw, kerjaan bukan sesuatu yang paling membanggakan dalam hidup gw, tapi tetap tidak semudah mbalik telapak tangan untuk mutusin that's it, I quit, everything that has anything to do about the world I've put it behind me, I want to be a worshipper. melihat betapa indah dan manis Tuhan berikan hidup pada gw, membuat gw pelan-pelan sampai pada kesimpulan bahwa yang termanis dalam hidup gw adalah hidup untuk memuji Tuhan. But how? tapi kenapa sulit? sulit untuk total terjun dan menyerahkan semuanya pada Nya? tokh semua ini berasal dari pada Nya? andai ada yang bisa membantu, tunjukkan jalannya..walaupun mungkin berbatu2 dan sempit, tapi asalkan bisa terus merasakan damai sejahtera..kenapa tidak?

Rabu, Desember 24, 2008

financial planner

"jadi, liburan ini mau kemana Mar?" "ha..ha..elu ngeledek ya fit..gw ga punya duit gara2 elu alokasiin semua duit gw. Dengan duit gw yang *tiittt..sensor* masak cuma ke singapur aja gw ga bisa" si fitri ketawa jadinya. "nah, jadinya kan kalo yg foundation nya elu udah bagus, baru deh nextnya nanti elu bisa rada lega" inilah, kesialan gw yg melek family financial planning di usia 28 taun. Padahal kalau udah kenal kalimat financial planning minimal diusia 20an tahun, barangkali gw udah punya usaha kecil2an, punya dana pensiun, punya dana kesehatan pensiun, punya dana darurat, sekaligus udah punya cicilan dana pendidikan anak. gara-gara financial planner yang superketat, semua investasi gw diset lumpsum, sampai ke anak kedua. Tabelnya ditulis gini, "anak ke dua, perkiraan lahir tahun 2010" buset2, dasar emang akuntan..anak belum lahir aja gw udah disuruh bikin investasi untuk jagain dana pendidikannya..ooh future value..paling engga enak liat future value biaya pendidikan anak gw, lebih enak liat perhitungan future value buat dana pensiun gw, atau future value perkiraan gaji gw deh! (dalam kurung, kalau gw masih punya gaji..kekekekkkkk) tp, semakin gw berinteraksi dgn akrabnya sama para financial planner gw ini, semakin gw kepengen dapet pahe supaya bisa gw taro di discre trus makan dari bunga tiap bulan. Biar suami aja yang kerja, gw nya ngurus anak pertama dan anak kedua nantinya. Amin

Selasa, Desember 23, 2008

si boncel

sabtu pagi..langit mulai gelap saat jarum jam bergerak dengan santai mendekai angka sembilan. Innova baru kebanggaan ayahnya fd udah meluncur keluar garasi, melewati CRV dan CAPTIVA gress..baleno tertutup car cover. Perjalanan menuju Depok masih jauh, kalimalang sedikit tersendat. Ada apa ya? oh ternyata ada orang lagi motong dahan pohon ditonton orang ramai, yang sebagian besar H2C kalau2 dahan dan ranting pohon menimpa atap mobil kesayangannya..ha..ha.. awan-awan gelap bergandengan tangan tepat diatas kawasan Halim dan sekitarnya. Segera saja bulir-bulir hujan turun. Dalam dua sampai lima menit, cawang gelap gulita. Bau hujan menghantarkan beberapa perasaan de ja vu yang menderu-deru, layaknya hujan. Awan-awan gendut itu berjatuhan menghantam aspal di depan carrefour mt haryono. " mana mobilnya yenni?" "mm, kayaknya sih belum dateng..tunggu aja di situ, parkir situ aja lebih luas areanya" Pangkalanjati to Srengseng Depok. sampailah kita di suatu jalan bernama boncel. Jalan sempit untuk satu mobil dengan jalanan dari tanah separo aspal. Di ujung jalan sudah menunggu berbagai lambang dan simbol anak balita. Sepenggalan tempat parkiran dihuni oleh yaris, avanza dan innova. Masuklah kita anak beranak membawa sumbangan semampu dan serelanya. Aku teringat perburuan sembako di superindo. Belum pernah perbelanjaan di superindo menjadi begitu berharga, menarik dan worth-it, demi mengingat tangan-tangan kecil yang menggapai kita meminta bersalaman dan senyum malu yang disebar. usia mereka antara 0-6 bulan. Melihat yang usianya sekitar 1-3 bulan mau tak mau membuatku teringat waktu fd baru lahir. akh, miskin definisi rasanya mengingat betapa murni dan sucinya anak-anak itu. Tak beda dengan anakku sendiri

Senin, Desember 22, 2008

friendster freak

gw mengaku bahwa gw adalah friendster freak..masuk ke friendster rasanya mengintip sisi hidup orang lain, sisi hidup yang ingin ditampilkan oleh orang lain..dan menilai sejauh mana profile dan foto-foto yang ditampilkan orang itu 'like real' atau arti katanya mendekati asli..ha..ha..memang banyak orang yg melakukan touch-up terhadap real life melalui friendster. Ada yang ngaku2 foto honeymoon padahal bukan, ada yg memajang bermacam2 foto dengan berbagai macam kalangan hanya supaya disangka orang gaul beken yang banyak temennya. jadi friendster freak tuh bisa benar-benar menghibur. bisa ketawa ngikik malem2 waktu baca orang-orang palsu tersebut berlomba-lomba menjadi orang paling asyik, orang paling cool, orang paling gaul, orang paling mampu dan lain sebagainya. begitu jg terpukau oleh banyak orang yg punya banyak foto bagus, terlepas fake atau tidak atmosfer yang mau ditampilkan..ah enough comments..mending liat lagi fs

uang

bonus melengkapi deretan angka di dalam rekening gw. Ada rasa syukur melihat tambahan angka tersebut, walaupun juga ada rasa ingin lebih dari yang sudah didapet..he..he..manusiawi ya? tapi, baru kali ini ada perasaan bersalah untuk membelanjakan uang sebanyak itu, hanya untuk membeli barang-barang yang dulu rasanya perlu, penting, berguna tapi tidak sanggup dibeli. Sekarang barang-barang tersebut hanya sejangkauan tangan saja jaraknya. Tapi, seharian penuh ngecak barang apa aja yang musti dipesan rasanya ga abis2..Rasanya ngerasa bersalah hanya memikirkan akan membeli barang-barang mahal itu

Rabu, Desember 10, 2008

Memilih

memilih antara duduk minimal 8 jam sehari sambil ngecek email, terima telpon atau berdiri minimal 8 jam sehari sambil masak, mandiin fidel, nyuapin, ngajak main. Pilih memasang muka cerdas, manggut-manggut, marah-marah, mencoba melakukan yang terbaik untuk setiap orang yg gak gw kenal atau pasang muka ceria walaupun capek, harus mau jadi kuda, jadi sapi, jadi ayam, jadi teman, jadi Ibu, mencoba melakukan yang terbaik untuk Fidel. Pilih untuk berusaha menjadi orang yang hebat dimata dunia, dimata teman kantor, dimata teman jaman kuliah, dimata teman gaul atau berusaha menjadi orang yang hebat dimata Fidel. Perbandingan diatas harusnya menang telak berat ke Fidel, tapi ternyata ada begitu banyak yang saling silang disitu. Ada ego, ada payung ekonomi, ada kesabaran, ada kesenangan, juga ketakutan. Tapi, semakin bertambah usia Fidel, justru gw semakin berat setiap pagi melangkah ke Sunter. Rasanya, hati gw setiap pagi ketinggalan di pagar depan rumah, dan melekat di hati gw senyuman Fidel sepanjang hari.